BSD City · 29 Juni 2026
Waktu di BSD
Di BSD, waktu tidak diukur dengan azan seperti di kampung saya dulu, tidak diukur dengan sinetron jam tujuh, tidak diukur dengan jam makan keluarga.
Waktu di sini diukur dari kalender Notion, dari deadline klien Singapura, dari notifikasi Google Calendar yang berbunyi setiap lima belas menit.
Pagi adalah stand-up meeting, siang adalah lunch break yang dimakan sambil scroll, sore adalah review sprint, malam adalah rapat dengan tim Bangalore yang baru bangun.
Hari Senin masih terasa Minggu, hari Jumat sudah terasa Senin berikutnya, dan akhir pekan adalah notifikasi yang dimute selama 48 jam sebelum kembali menyala.
Saya pernah mencoba pulang ke Pamulang setiap akhir minggu, tapi setelah satu jam di tol JORR saya sudah lupa kenapa saya ingin pulang.
Di kafe Asobu BSD, saya melihat jam di dinding, jam yang masih analog, jarum kedua berputar pelan, dan untuk pertama kalinya dalam seminggu saya menyadari bahwa detik itu memang ada.
Waktu di BSD tidak hilang — hanya tidak dilihat.
Jam di QBig, kalender Notion, dan minggu yang habis sebelum kita sempat mengingatnya.
— ditulis dari BSD City
oleh Sekar Wulandari