kutipan tangerang — puisi & refleksi —

← kembali

Puisi

BSD City · 16 Juni 2026

Tongkrongan Kopi BSD

Pukul empat sore di Tanamera BSD, mereka berempat duduk di meja kayu jati, masing-masing membuka laptop, masing-masing menyumpal earbuds, masing-masing seolah datang sendirian.

V60 dingin di gelas keramik, biji asal Gayo, dijelaskan oleh barista dengan logat yang sudah dilatih untuk menahan logat aslinya dari Tasik.

Yang satu mengetik thesis, yang satu membuat pitch deck startup, yang satu sedang chat dengan crush yang juga sedang ada di kafe sebelah, yang satu hanya pura-pura sibuk karena kos di Cisauk panas sekali jam segini.

Mereka teman, tapi mereka tidak ngobrol — sesekali saling kirim meme lewat grup WhatsApp yang sebenarnya bisa diucapkan dengan suara.

Pukul tujuh malam mereka pulang, ke arah yang berbeda-beda, Pamulang, Karawaci, Bintaro, Gading Serpong.

Dan di otak masing-masing ada kenangan yang sama — sore yang dihabiskan bersama, tapi tidak dibagi.

Mungkin itulah persahabatan generasi ini — duduk berdekatan, saling menjaga sunyi, percaya bahwa kehadiran sudah cukup tanpa kata.

Kafe ketiga gelombang, percakapan tentang AI, dan generasi yang belajar diam dari latte art.

— ditulis dari BSD City

oleh Sekar Wulandari

← Semua puisi Lihat kutipan