kutipan tangerang — puisi & refleksi —

← kembali

Puisi

Tangerang Kota · 24 Juni 2026

Mahasiswa Baru UMT

Di lapangan parkir UMT, mahasiswa baru berbaris, jaket almamater merah masih kaku karena lipatan baru, nama-nama mereka ditempel di kertas A4 di dada kiri, ditulis dengan spidol tebal, sebagian sudah luntur kena keringat.

Yang dari Cilegon mengaku Banten, yang dari Bekasi pura-pura tidak, yang dari Pamulang malu mengaku dekat, yang dari Sumatra cerita ke siapa saja yang mau mendengar tentang kapal Merak yang dia tumpangi semalam.

Senior berteriak-teriak, mereka mengikuti, hormat, turun, push up, nyanyi mars yang belum hapal, mata mereka jelalatan melihat sekitar.

Beberapa cari teman senasib, beberapa cari calon pacar, beberapa cari kos murah dekat kampus karena dari Cisauk satu jam sehari pakai motor terlalu mahal bensinnya.

Saya lewat dengan ojek dari arah Pasar Anyar, mengintip dari helm, ingat pernah berdiri di sana, sepuluh tahun yang lalu, juga kaku, juga belum tahu namanya rasa apa yang mengisi dada saat itu.

Ternyata namanya adalah awal — dan awal selalu terasa lebih asing dari yang seharusnya.

Ospek di kampus UMT, jaket merah, dan rasa asing pertama yang belum mereka tahu namanya.

— ditulis dari Tangerang Kota

oleh Sekar Wulandari

← Semua puisi Lihat kutipan