kutipan tangerang — puisi & refleksi —

← kembali

Puisi

Citra Raya · 18 Juni 2026

Ibu PKK Citra Raya

Sore itu di balai warga Citra Raya, ibu-ibu PKK berkumpul, duduk di kursi plastik biru, membicarakan posyandu bulan depan, membicarakan vaksin balita, membicarakan tetangga di blok C yang baru kehilangan suami.

Di meja tengah ada kerupuk merah, teh manis di gelas plastik, dan satu piring jajan pasar yang dibawa Ibu RT dari Pasar Cikupa pagi tadi.

Mereka tertawa, mereka beradu omongan, mereka kadang saling sindir soal anak yang masih jomblo, soal menantu yang malas pulang, soal suami yang tidur cepat.

Tapi ketika namanya disebut — ibu yang baru kehilangan suami — suara mereka pelan, amplop dikumpulkan diam-diam, seperti yang sudah-sudah, seperti yang akan terus-terus.

Citra Raya adalah kompleks baru, rumahnya seragam, warna pagarnya diatur developer, tapi di balai warga itu ada sesuatu yang tidak bisa diatur — kekompakan ibu-ibu yang lebih tua dari kompleksnya sendiri.

Mungkin itulah satu-satunya yang mereka bawa dari kampung asal masing-masing, dan tidak mereka tinggalkan di gerbang depan.

Rapat di balai warga, kerupuk merah, dan kekompakan yang lebih tua dari kompleksnya.

— ditulis dari Citra Raya

oleh Sekar Wulandari

← Semua puisi Lihat kutipan