Karawaci · 3 Juni 2026
Demo di Pintu Tol Karawaci
Pukul sepuluh pagi di pintu tol Karawaci, buruh dari pabrik di Cikupa duduk di tengah jalan, membentangkan spanduk yang tulisannya sudah berkali-kali dibawa, tapi belum berkali-kali didengar.
Mobil-mobil eksekutif dari Lippo berhenti di belakang, mesinnya menyala, AC-nya menyala, sopirnya menelpon kantor mengabarkan bahwa hari ini akan lebih lama lagi.
Polisi berbaris, helm berkilau di panas Banten, pentungan di pinggang, tapi matanya kosong — mereka tahu yang di depan mereka bisa saja adik mereka sendiri, yang upahnya juga tidak naik sejak pemerintahan yang lalu.
Saya melihat dari ojek, helm masih terpasang, tidak tahu harus mendukung apa, tidak tahu harus benci siapa.
Yang saya tahu hanya bahwa di pintu tol Karawaci hari itu, semua orang sama-sama berhenti — buruhnya, mobilnya, polisinya, hanya negaranya yang tidak pernah tahu kapan berhenti mengabaikan.
Buruh yang berhenti, kendaraan yang berhenti, dan sebuah negara yang lupa kapan berhenti.
— ditulis dari Karawaci
oleh Sekar Wulandari