Puisi
Cisadane · 28 Mei 2026
Cisadane Sore Hari
Cisadane tidak pernah meminta dilihat, ia hanya mengalir dari Bogor sampai laut, membawa apa pun yang kau buang, membawa apa pun yang kau lupakan.
Sore hari, di jembatan Pintu Air Sepuluh, anak-anak melompat ke airnya yang keruh, tertawa keras, tidak tahu bahwa sungai itu sudah lebih tua dari rumah ibu mereka, dari pohon di pekarangan, dari kota yang katanya dibangun oleh orang-orang penting di Jakarta.
Cisadane mengalir sambil tetap diam, mengingat semuanya, tidak pernah membantah.
Sungai yang lebih tua dari kota ini — yang sudah hafal kapan jembatan dibangun dan kapan dirobohkan lagi.
— ditulis dari Cisadane