kutipan tangerang — puisi & refleksi —

← kembali

Puisi

Cikupa · 15 Juni 2026

Puisi Buruh Perempuan Pabrik Cikupa — Mbok Titi, Shift Malam

Pukul delapan malam Mbok Titi sudah berdiri di jalur pengemasan, tupperware nasinya belum dibuka, disimpan dulu untuk jam istirahat yang belum tentu terasa seperti istirahat.

Jarinya sudah tahu sendiri caranya melipat karton tanpa harus diperintah lagi oleh otaknya. Ini tahun kesebelas. Tubuh adalah mesin yang lebih setia dari mesin yang ada di sebelahnya.

Di ruang istirahat pukul sebelas, tidak ada kursi yang kosong, Mbok Titi makan sambil berdiri di dekat loker, nasi uduk dari Ciruas, lauk tempe yang sudah dingin sejak pagi tadi di dapur rumah yang belum sempat dia bayangkan lagi.

Suaminya kirim WhatsApp dari Serang, foto anak bungsu yang sudah tidur, Mbok Titi membalas dengan satu kata karena jempol kanannya tidak mau ditekuk terlalu jauh malam ini.

Dokter puskesmas bilang minggu depan saja, minggu lalu. Minggu ini dia masuk lagi karena uang lembur tidak bisa ditolak dengan cara semacam itu.

Bukan hanya sekali. Ini pola yang sudah berlangsung berbulan-bulan — puskesmas buka jam delapan pagi, jam delapan pagi dia baru tiba dari Kawasan Industri Cikupa, matanya sudah lebih dulu tutup sebelum nomornya dipanggil.

Malam tidak punya jeda untuk hal yang bisa ditunda. Dan di tubuh seorang buruh pabrik, hampir semuanya bisa ditunda — sampai tidak bisa lagi.

Di luar, truk-truk loading dock berbaris di bawah lampu jalan, menunggu palet kardus yang sedang dilipat oleh tangan-tangan seperti tangan Mbok Titi, malam demi malam, dalam gedung yang tidak terlihat dari jalan tol.

Shift berakhir menjelang subuh. Mbok Titi berjalan keluar melewati pintu yang sama setiap hari, mencatat dalam diam bahwa jempol kanannya masih belum diperiksa, bahwa minggu depan mungkin sama saja, bahwa tubuh ini sudah terlalu lama menjadi hal yang paling sabar di antara semua hal yang menunggu.

Sekar Wulandari

Ditulis berdasarkan percakapan dengan pekerja di Kawasan Industri Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Puisi buruh perempuan Cikupa: Mbok Titi melipat karton di pabrik Kawasan Industri Kabupaten Tangerang setiap malam, sementara jarinya tidak bisa ditekuk dan pemeriksaan dokter terus ditunda.

— ditulis dari Cikupa

oleh Sekar Wulandari

← Semua puisi Lihat kutipan