kutipan tangerang — puisi & refleksi —

← kembali

Puisi

Cisoka · 20 Juni 2026

Anak SMA Cisoka Pulang Sore

Pukul setengah lima sore, anak-anak SMA Cisoka turun dari sekolah, seragam putih abu mereka sudah lusuh oleh keringat, oleh debu jalan, oleh tas yang lebih berat dari nilai rapornya.

Angkot 06 berhenti di pertigaan, mereka masuk berdesakan, membawa air mineral setengah, membawa headphone bekas kakak, membawa pikiran-pikiran yang belum tahu cara dibicarakan.

Yang satu mau jadi dokter, katanya ke teman sebangkunya, tapi dia tidak yakin ibunya sanggup membayar UI, sanggup membayar kos di Depok, sanggup membayar buku-buku yang harganya naik tiap semester.

Yang satu mau jadi YouTuber, tapi rumahnya di Cisoka selatan sinyalnya hanya satu garis, dan kameranya masih dari HP yang layarnya sudah retak setahun.

Mereka turun di Cisoka pasar, berjalan kaki ke arah kampung, sambil ngobrol, sambil tertawa, sambil membawa harapan-harapan yang belum mereka beri nama.

Saya melihat dari motor saya, dan ingat pernah jadi seperti mereka, duduk di angkot Banten yang sama, mengangkat tas berat, membawa mimpi yang juga belum tahu siapa.

Mungkin yang berubah hanya angkotnya — sekarang ada AC. Tapi jaraknya antara Cisoka dan apa yang mereka inginkan tetap sama saja jauhnya.

Seragam putih abu di angkot 06, tas berat, dan mimpi yang masih belum diberi nama.

— ditulis dari Cisoka

oleh Sekar Wulandari

← Semua puisi Lihat kutipan